Kamis, 03 Juni 2010

Bahasa Daerah, Budaya Indonesia


Malam itu malam minggu, namun malam itu berbeda dengan malam minggu sebelum- sebelumnya. Bagaimana tidak? malam minggu sebelumnya aku tak pernah absen untuk online sebuah situs jejaring sosial yaitu ‘facebook’. Namun malam minggu kali ini aku harus menyiapkan segala sesuatu untuk tes pertukaran pelajar esok. Malam itu aku mulai dengan sholat maghrib setelah sholat aku mulai membuka laptop kesayanganku. Namun yang terjadi aku bingung….. apa yang harus aku persiapkan untuk tes pertukaran pelajar?? Tiba- tiba sebuah kata tersirat dalam fikiranku. “BAHASA DAERAH” itulah kata yang terlintas. Entah apa yang menjadi tujuanku. Tanpa pikir panjang segera aku tuliskan ide cemerlangku pada mesin pencari di dunia maya. Tak seberapa lama menunggu rentetan tulisan kini ada dihadapanku. Kubuka satu demi satu beberapa hasil dari mesin pencari. Tak pernah kusangka bahwa bahasa daerah adalah sebuah kebudayaan Indonesia yang memiliki macam cukup banyak. Bahkan menurut salah satu yang aku baca pada sebuah blog ,Indonesia memiliki lebih dari 726 ragam bahasa daerah dan beberapa diantara bahasa tersebut terancam punah. Membaca beberapa artikel tersebut membuat pikiranku terbang jauh melayang. Pikiranku menyusuri beberapa fakta dalam kehidupan di sekitarku. Beberapa fakta yang menunjukkan tanda kepunahan bahasa daerah. Beberapa fakta itu adalah:

1.Remaja saat ini menganggap bahwa bahasa daerah adalah sebuah bahasa yang kampungan, gak gaul, dan jadul.

2. Beberapa sekolah dengan bangganya menyatakan diri sebagai sekolah bertaraf internasional dengan perantara pembelajaran menggunkan Bahasa Inggris.

3. Disekitar kehidupan kita banyak kita jumpai kursus- kursus bahasa asing seperti Bahasa Jepang, Bahasa Inggris dll namun apakah anda menemui kursus bahasa daerah seperti Bahasa Jawa atau Bahasa Aceh? Kalaupun ada jumlahnya teramat sedikit, bahkan tidak ada. Ibarat perbandingan jumlahnya satu banding seribu. Kalaupun ada kursus Bahasa Daerah peminatnya pasti sangatlah minim.

4. Beberapa orang saat ini lebih lihay berbicara menggunakan Bahasa Inggris tinimbang bahasa daerahnya sendiri.

5. Di toko- toko buku banyak kita jumpai beragam jenis kamus bahasa asing seperti kamus Bahasa Inggris dll namun untuk mendapatkan kamus bahasa daerah???? begitu sulit.

Menjauh dari beberapa fakta di atas. Pikiranku mulai mengukir tanya dan beberapa pendapat. Bahasa Internasional itu memang perlu,namun alangkah baiknya jika kita menguasai Bahasa Internasional tanpa meninggalkan bahasa asli daerah kita. Apakah menunggu hingga bahasa daerah punah, baru berbondong- bondong kita semarakkan pelestarian bahasa daerah? Lalu apa yang bisa aku lakukan sebagai seorang pelajar untuk meminimalisir kepunahan Bahasa Daerah? Sebuah tanda tanya yang kini berkecamuk dalam anganku. Bahasa Daerah yang merupakan warisan dari nenek moyang kita sudah seharusnya kita lestarikan. Tak lama pertanyaan- pertanyaan itu mulai terjawab. Menurutku kita harus segera melestarikan Bahasa Daerah. Sebelum Bahasa Daerah itu punah! Sebagai seorang pelajar sebenarnya banyak yang bisa kita lakukan. Mulai dari hal terkecil untuk tidak menghapus Bahasa Daerah dari kehidupan sehari- hari hingga mempelajari Bahasa Daerah secara Lebih mendalam. Tidak hanya seorang pelajar! Semua orang sebaiknya ikut serta dalam pelestarian Budaya ini. Begitu juga Negara seperti yang tertcantum pada Undang Undang Dasar tahun 1945 pasal 32 ayat 2 yang berbunyi “Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional”. Tanpa kusadari malam sudah larut dan aku harus segera menuju alam mimpi agar tidak bangun kesiangan besok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar